Pelatihan menghadirkan Dr. Ratih Novita Sari, M.Pd.I. sebagai narasumber yang memaparkan strategi membangun branding di media sosial, terutama TikTok, serta langkah-langkah praktis mendapatkan penghasilan dari konten digital. Dr. Ratih menekankan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkembang di ekosistem digital.
“Mahasiswa adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi. Tinggal bagaimana memanfaatkan kedekatan itu menjadi peluang. Dengan konten kreatif, konsistensi, dan pemahaman algoritma TikTok, mahasiswa sebenarnya bisa membangun personal brand sekaligus menghasilkan cuan,” ujarnya.
Direktur UCT-Uhamka, Dr. Tohirin, S.H.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, termasuk dengan memanfaatkan ekonomi digital.
“Media sosial hari ini bukan sekadar tempat bersosialisasi, tetapi ruang produktif yang membuka banyak peluang penghasilan. UCT-Uhamka ingin memastikan mahasiswa Uhamka memiliki keterampilan praktis, mandiri secara digital, dan mampu menciptakan peluangnya sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UCT-Uhamka untuk menumbuhkan talenta muda yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing.
Selama pelatihan, mahasiswa mempelajari teknik membuat konten TikTok yang menarik, cara membaca tren, strategi meningkatkan engagement, hingga tips memanfaatkan fitur-fitur monetisasi. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena mahasiswa bebas berdiskusi dan berkonsultasi mengenai ide konten maupun pengembangan akun pribadi mereka.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, UCT-Uhamka berharap mahasiswa tidak hanya aktif di media sosial sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator yang mampu memanfaatkan platform digital untuk membangun masa depan yang lebih produktif.
]]>UCT memiliki visi menjadi pusat pengembangan bakat bagi mahasiswa dan masyarakat untuk melahirkan individu yang terampil, mandiri, dan berkarakter. Visi tersebut diwujudkan melalui empat misi utama: membina talenta agar tumbuh optimal, memberikan pelatihan vokasional yang relevan dengan perkembangan teknologi, membina karakter berakhlak dan bertanggung jawab, serta membangun kerja sama strategis dengan lembaga pemerintah, dunia industri, dan masyarakat nasional maupun internasional.
Melalui pendekatan ini, UCT diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam keterampilan, tetapi juga berintegritas dan peduli terhadap lingkungan sosial. Keberadaan UCT menjadi bukti komitmen UHAMKA untuk terus berinovasi menghadirkan pendidikan yang adaptif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
]]>Jakarta, 2025 — Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) kembali menghadirkan terobosan inovatif di dunia pendidikan melalui peluncuran Uhamka College of Talent (UCT), sebuah lembaga baru yang berfokus pada pengembangan bakat dan keterampilan vokasional mahasiswa serta masyarakat luas.
UCT lahir sebagai respon terhadap dinamika masyarakat dan perkembangan teknologi yang sangat cepat, yang menuntut sumber daya manusia kompeten, fleksibel, dan adaptif terhadap perubahan. Selama ini, pendidikan formal cenderung berorientasi teoritik dan administratif sehingga seringkali lamban dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Melalui UCT, UHAMKA berupaya menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja dan masyarakat yang semakin kompleks.
Dengan semangat “From Skills to Impact”, UCT menjadi ruang alternatif untuk mengasah kemampuan praktis sekaligus membangun karakter mahasiswa yang siap menghadapi tantangan masa depan. Lembaga ini diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi yang terampil, mandiri, dan berakhlak mulia, sesuai dengan visi UHAMKA sebagai kampus pembentuk insan berkemajuan.
]]>Jakarta — Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (Uhamka) kembali melakukan inovasi di bidang pendidikan melalui peluncuran Uhamka College of Talent (UCT-Uhamka). Lembaga ini hadir sebagai jawaban atas tantangan zaman dan cepatnya perubahan teknologi yang menuntut generasi muda untuk lebih adaptif, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.
Menurut Rektor Uhamka, Prof. Dr. Gunawan Suryoputro, UCT-Uhamka dirancang sebagai ruang alternatif bagi pengembangan bakat dan keterampilan generasi muda di luar sistem pendidikan formal.
“UCT-Uhamka menjadi bentuk komitmen Uhamka dalam mempersiapkan mahasiswa dan masyarakat agar memiliki keahlian praktis yang relevan dengan kebutuhan industri, dunia usaha, dan masyarakat luas,” ujarnya di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Berbeda dengan lembaga pendidikan formal yang cenderung menitikberatkan pada teori dan administrasi, UCT-Uhamka menekankan pembelajaran berbasis proyek dan eksplorasi potensi individu. Melalui berbagai pelatihan, mentoring, dan kolaborasi dengan mitra industri, UCT-Uhamka diharapkan menjadi wadah pengembangan talenta yang mampu menjembatani dunia akademik dan kebutuhan riil di lapangan.
Direktur UCT-Uhamka, Dr. Tohirin, S.H.I., Pd.I., menambahkan bahwa lembaga ini juga menjadi ruang ekspresi dan inovasi bagi generasi muda.
“Kami ingin setiap peserta UCT-Uhamka tidak hanya belajar, tetapi juga mencipta dan berkontribusi. UCT adalah tempat untuk menemukan jati diri sekaligus menyiapkan masa depan,” tuturnya.
Dengan hadirnya UCT-Uhamka, Uhamka memperkuat posisinya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga visioner dalam mempersiapkan SDM unggul dan berdaya saing di era disrupsi.
]]>