Jakarta, 25 November 2025 — Dalam upaya memperkuat kompetensi ekonomi kreatif generasi muda, Uhamka College of Talent Uhamka (UCT-Uhamka) menyelenggarakan Pelatihan Cari Cuan melalui Medsos yang diikuti oleh 40 mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan ini digelar di Ruang Mini Teater, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jalan Raya Bogor No. 99, Ciracas, Jakarta Timur.
Pelatihan menghadirkan Dr. Ratih Novita Sari, M.Pd.I. sebagai narasumber yang memaparkan strategi membangun branding di media sosial, terutama TikTok, serta langkah-langkah praktis mendapatkan penghasilan dari konten digital. Dr. Ratih menekankan bahwa mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkembang di ekosistem digital.
“Mahasiswa adalah generasi yang paling dekat dengan teknologi. Tinggal bagaimana memanfaatkan kedekatan itu menjadi peluang. Dengan konten kreatif, konsistensi, dan pemahaman algoritma TikTok, mahasiswa sebenarnya bisa membangun personal brand sekaligus menghasilkan cuan,” ujarnya.
Direktur UCT-Uhamka, Dr. Tohirin, S.H.I., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa mahasiswa harus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, termasuk dengan memanfaatkan ekonomi digital.
“Media sosial hari ini bukan sekadar tempat bersosialisasi, tetapi ruang produktif yang membuka banyak peluang penghasilan. UCT-Uhamka ingin memastikan mahasiswa Uhamka memiliki keterampilan praktis, mandiri secara digital, dan mampu menciptakan peluangnya sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen UCT-Uhamka untuk menumbuhkan talenta muda yang kreatif, adaptif, dan siap bersaing.
Selama pelatihan, mahasiswa mempelajari teknik membuat konten TikTok yang menarik, cara membaca tren, strategi meningkatkan engagement, hingga tips memanfaatkan fitur-fitur monetisasi. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena mahasiswa bebas berdiskusi dan berkonsultasi mengenai ide konten maupun pengembangan akun pribadi mereka.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, UCT-Uhamka berharap mahasiswa tidak hanya aktif di media sosial sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator yang mampu memanfaatkan platform digital untuk membangun masa depan yang lebih produktif.





Leave a Reply